Thursday, November 12, 2015

Pribahasa Yang Menjadi Paradox

Pribahasa merupakan gabungan kalimat yang memiliki ungkupan - ungkapan yang berbeda dari makna yang sebenernya. Terkadang  pribahasa digunakan untuk pengenalan budaya di suatu daerah tertentu,dan menjadi icon dara indentintas daerah tersebut. 

Namun  kandungan-kandungan (dihamili)  pribahasa tersebut ter aborsi menjadi sesuatu yang bermakna ganda serta ambigu dan bertransformasi menjadi sebuah ilustrasi yang negatif. Dalam kesaharian kita sering menggunakan pribahasa "Maksud hati memeluk gunung apadaya tangan tak sampai"  tetapi ada bagian gunung yang bisa dipeluk. Perumpamaan seperti yang aslinya dengan kandungan makna yang akan tersirat kemudian menjadi satu ilustrasi yang negatif. kenyataan yang sekarang gunung itu sering dipeluk pengartian pribahasa datas terbantahkan ilustrasi negatif para pengungkap pribahasa tersebut.

Coba anda bayangkan pribahasa ini "kejarlah ilmu sampai kenegeri cina"  (mahal bro) alangkah baiknya "Kejarlah Ilmu dengan mbah google" (cukup 3000 rupiah satu jam saja, anda bisa menyaksikan fenomena yang lain yang ada di goole) laki-laki perempuan bergabung dalam satu bilik warnet, pelajar yang bolos sekolah karena gurunya membosankan dan tidak gaul man dimana teman saya yang hobi buka pasaran bola apalagi teman saya dona.


No comments:

Post a Comment